✦ RASYA 8G
IPA · Kelas 8 SMP · Semester 2

Ringkasan Materi
Getaran, Gelombang & Cahaya

Ringkasan lengkap, padat, dan mudah dipahami untuk belajar ujian 🚀

1
Getaran pada Bandul
Getaran adalah gerak bolak-balik suatu benda secara teratur melalui titik keseimbangan.
A B C

Bandul bergerak: A → B → C → B → A (1 getaran penuh)

🔵 Titik Keseimbangan

Titik B = posisi tengah, tempat bandul diam jika tidak digerak­kan

📏 Simpangan Terjauh

Titik A dan C = simpangan maksimum (amplitudo)

Contoh Getaran dalam Kehidupan Sehari-hari

  • Naik turun benda pada pegas
  • Ayunan tali (ayunan taman)
  • Naik turun penggaris yang dijepit di meja
  • Bandul jam dinding
  • Pita suara manusia saat berbicara
  • Naik turun air dalam kolam
  • Senar gitar yang dipetik
2
Frekuensi, Periode & Amplitudo

⚡ Frekuensi (f)

Banyaknya getaran dalam 1 detik.
Satuan: Hz (Hertz)
Simbol: huruf f kecil

⏱️ Periode (T)

Waktu untuk 1 getaran penuh.
Satuan: sekon (s)
Simbol: huruf T besar

📐 Amplitudo (A)

Simpangan terjauh dari titik keseimbangan.
Satuan: meter (m)

Rumus Penting

f = n/t T = t/n f = 1/T T = 1/f

n = jumlah getaran  |  t = selang waktu (s)  |  f = frekuensi (Hz)  |  T = periode (s)

💡 Ingat! Frekuensi dan periode saling berkebalikan.
Semakin besar frekuensi → periode semakin kecil, dan sebaliknya.
📝 Contoh Soal 1 — Mencari Frekuensi
Sebuah bandul berayun 120 kali dalam 1 menit. Berapa frekuensinya?
Diket: n = 120 getaran, t = 1 menit = 60 sekon
Jawab: f = n/t = 120/60 = 2 Hz
📝 Contoh Soal 2 — Mencari Periode
Ayunan berayun 200 kali dalam 50 sekon. Berapa periodenya?
Diket: n = 200, t = 50 s
Jawab: T = t/n = 50/200 = 0,25 sekon

Konversi Satuan Frekuensi

SatuanNilai
1 kHz (kilohertz)= 10³ Hz = 1.000 Hz
1 MHz (megahertz)= 10⁶ Hz = 1.000.000 Hz
1 GHz (gigahertz)= 10⁹ Hz
3
Jenis-jenis Gelombang
Gelombang = getaran yang merambat/berpindah tempat. Gelombang hanya memindahkan energi, bukan zatnya!

Berdasarkan Arah Getar

Arah rambat → bukit lembah TRANSVERSAL

🌊 Gelombang Transversal

Arah getaran tegak lurus arah rambat.
Terdiri dari bukit dan lembah gelombang.
Contoh: Gelombang air, cahaya, tali, radio

🔊 Gelombang Longitudinal

Arah getaran sejajar/searah arah rambat.
Terdiri dari rapatan dan renggangan.
Contoh: Gelombang bunyi, pegas, slinki

Bagian Gelombang Transversal

IstilahPenjelasan
Bukit gelombangBagian gelombang yang naik ke atas (A-B-C, E-F-G)
Lembah gelombangBagian gelombang yang turun ke bawah (C-D-E, G-H-I)
Puncak (B, F)Titik tertinggi bukit gelombang
Dasar (D, H)Titik terendah lembah gelombang
Amplitudo (B-B')Jarak puncak/dasar ke garis keseimbangan
💡 1 gelombang penuh = 1 bukit + 1 lembah = A-B-C-D-E
0,5 gelombang = A-C atau B-D
0,25 gelombang = A-B atau B-C

Berdasarkan Medium Perambatan

🌊 Gelombang Mekanik

Butuh medium (perantara) untuk merambat.
air laut suara gempa pegas

✨ Gelombang Elektromagnetik

Tidak butuh medium → bisa merambat di ruang hampa.
cahaya radio sinar-X

Rumus Panjang Gelombang

λ = Jarak / Jumlah gelombang
📝 Contoh
Jarak A–K = 200 cm, jumlah gelombang = 2,5. Hitung panjang gelombang!
Jawab: λ = 200 cm / 2,5 = 80 cm
4
Cepat Rambat Gelombang
Cepat rambat (v) = jarak yang ditempuh gelombang dalam satu detik. Satuan: m/s

Rumus Cepat Rambat

v = λ/T atau v = λ × f

v = cepat rambat (m/s)  |  λ = panjang gelombang (m)  |  T = periode (s)  |  f = frekuensi (Hz)

📝 Contoh Soal
Sebuah gelombang memiliki panjang gelombang λ = 0,2 m dan frekuensi f = 2,5 Hz.
Cepat rambat: v = λ × f = 0,2 × 2,5 = 0,5 m/s

Hubungan Besaran Gelombang

BesaranSimbolSatuan SIRumus
Panjang gelombangλ (lambda)meter (m)λ = v/f = v×T
PeriodeTsekon (s)T = 1/f = λ/v
Frekuensifhertz (Hz)f = 1/T = v/λ
Cepat rambatvm/sv = λ × f = λ/T
5
Gelombang Elektromagnetik & Fungsinya
Gelombang elektromagnetik = gelombang yang tidak butuh medium untuk merambat. Dapat merambat di ruang hampa dengan kecepatan cahaya: 3 × 10⁸ m/s

Spektrum Gelombang Elektromagnetik

Jenis Gelombang Frekuensi Fungsi/Contoh
Gelombang Radio 3 Hz – 3 GHz Siaran radio & TV
Gelombang Mikro 3 GHz – 300 GHz Microwave, radar, GPS
Inframerah 300 GHz – 430 THz Remote TV, kamera termal, pemanas
Cahaya Tampak 430 – 770 THz Penglihatan manusia, warna pelangi
Ultraviolet (UV) 770 THz – 30 PHz Sterilisasi, sinar matahari
Sinar X (Röntgen) 30 PHz – 30 EHz Foto tulang (rontgen) di rumah sakit
Sinar Gamma > 30 EHz Terapi kanker, sterilisasi alat medis
💡 Urutan dari frekuensi terkecil → terbesar:
Radio → Mikro → Inframerah → Cahaya tampak → UV → Sinar-X → Gamma
6
Gelombang Bunyi
Bunyi adalah hasil getaran suatu benda. Bunyi termasuk gelombang mekanik longitudinal sehingga tidak dapat merambat di ruang hampa.

Macam-macam Bunyi (berdasarkan frekuensi)

🔵 Infrasonik

Frekuensi < 20 Hz
Manusia tidak bisa mendengar
Hewan: anjing, jangkrik

🟢 Audiosonik

Frekuensi 20 – 20.000 Hz
Dapat didengar manusia
Rentang normal pendengaran

🟡 Ultrasonik

Frekuensi > 20.000 Hz
Manusia tidak bisa mendengar
Hewan: kelelawar, lumba-lumba

Syarat Terdengarnya Bunyi

  • Ada sumber bunyi yang menghasilkan bunyi
  • Ada medium (perantara) untuk merambatkan bunyi ke telinga
  • Alat pendengaran dalam keadaan baik
  • Frekuensi bunyi antara 20 Hz – 20.000 Hz
  • Sumber bunyi berada dalam jarak jangkauan pendengar

Ciri-ciri Bunyi

  • Dihasilkan oleh getaran suatu benda
  • Termasuk gelombang mekanik → butuh medium merambat
  • Tidak dapat didengar di ruang hampa
  • Cepat rambat dipengaruhi suhu dan jenis medium
  • Dapat dipantulkan jika mengenai penghalang
7
Menghitung Kedalaman Air Laut
Kedalaman laut dapat diukur menggunakan prinsip pemantulan gelombang bunyi (sonar). Bunyi dikirim ke dasar laut, dipantulkan, dan diterima kembali.

Rumus Kedalaman Laut

s = (v × t) / 2

s = kedalaman laut (m)  |  v = cepat rambat bunyi dalam air (m/s)  |  t = waktu tempuh pulang-pergi (s)

💡 Dibagi 2 karena bunyi menempuh jarak 2x (pergi ke dasar + kembali ke permukaan)
📝 Contoh Soal
Kapal mengirim gelombang bunyi. Echo diterima setelah 4 sekon. Cepat rambat bunyi di air = 1.500 m/s.
Kedalaman: s = (1500 × 4) / 2 = 6000 / 2 = 3.000 m
8
Pengaruh Amplitudo & Frekuensi terhadap Suara

🔊 Amplitudo → Kuat Lemah Bunyi

  • Amplitudo besar → bunyi keras
  • Amplitudo kecil → bunyi lemah/pelan
  • Gitar dipetik kuat → simpangan besar → bunyi keras
  • Garpu tala digetarkan kuat → amplitudo besar → bunyi keras

🎵 Frekuensi → Tinggi Rendah Bunyi

  • Frekuensi tinggi → bunyi tinggi/melengking
  • Frekuensi rendah → bunyi rendah/dalam
  • Perempuan punya pita suara lebih pendek → frekuensi lebih tinggi
  • Senar gitar ditekan makin pendek → suara makin tinggi

Peran Bunyi bagi Makhluk Hidup

🦇 Kelelawar — Ekolokasi

Memancarkan gelombang ultrasonik (> 20.000 Hz), bunyi dipantulkan oleh objek, diterima kembali → dapat menentukan lokasi mangsa tanpa melihat.

🐬 Lumba-lumba

Menggunakan gelombang bunyi frekuensi tinggi untuk berkomunikasi dan mengetahui lokasi mangsa. Dapat berkomunikasi dalam jarak > 220 km!
9
Bagian-bagian Telinga
Telinga adalah indera pendengaran manusia yang mampu menangkap bunyi dengan frekuensi 20 – 20.000 Hz.

👂 Telinga Luar

  • Daun telinga – menangkap suara
  • Saluran telinga – meneruskan suara ke gendang
  • Gendang telinga – bergetar saat ada bunyi

🦴 Telinga Tengah

  • Tulang martil
  • Tulang landasan
  • Tulang sanggurdi
  • Saluran Eustachius – menyamakan tekanan udara

🌀 Telinga Dalam

  • Koklea (rumah siput) – mengubah getaran jadi sinyal listrik
  • Saluran setengah lingkaran – menjaga keseimbangan
  • Saraf pendengaran

Proses Mendengar

Bunyi → Daun telinga → Saluran telinga → Gendang telinga bergetar → Tulang-tulang pendengaran → Koklea → Saraf pendengaran → Otak → Bunyi terdengar!
10
Sifat-sifat Cahaya
Cahaya adalah gelombang elektromagnetik yang dapat merambat tanpa medium. Kecepatan cahaya di ruang hampa = 3 × 10⁸ m/s

Sifat-sifat Cahaya

➡️ Merambat Lurus

Cahaya merambat lurus dalam medium yang homogen. Contoh: bayangan terbentuk karena cahaya tidak bisa membelok.

🔄 Dapat Dipantulkan

Saat mengenai permukaan, cahaya dipantulkan. Dasar dari semua cermin.

↗️ Dapat Dibiaskan

Cahaya membelok saat berpindah medium (misalnya dari udara ke air). Ini sebabnya sendok di gelas air terlihat bengkok.

🌈 Dapat Diuraikan

Cahaya putih dapat diuraikan menjadi spektrum warna (pelangi) saat melalui prisma.

Hukum Snellius (Pembiasan)

  • Sinar datang, normal, dan sinar bias terletak pada satu bidang datar
  • Sinar dari medium kurang rapat → rapat: dibiaskan mendekati normal
  • Sinar dari medium rapat → kurang rapat: dibiaskan menjauhi normal
n = C / Cm

n = indeks bias  |  C = kecepatan cahaya di vakum (3×10⁸ m/s)  |  Cm = kecepatan cahaya di medium

11
Pembentukan Bayangan pada 2 Cermin Datar
Jika dua buah cermin datar dihadapkan dengan sudut tertentu, jumlah bayangan yang terbentuk lebih dari satu.

Rumus Jumlah Bayangan

n = (360° / θ) − 1

n = jumlah bayangan  |  θ = sudut yang dibentuk oleh dua cermin datar
⚠️ Jika hasilnya desimal, dibulatkan ke bawah

Contoh Bayangan

Sudut (θ)RumusJumlah Bayangan
180° (sejajar berlawanan)(360/180) − 11 bayangan
90°(360/90) − 13 bayangan
72°(360/72) − 14 bayangan
60°(360/60) − 15 bayangan
45°(360/45) − 17 bayangan
💡 Semakin kecil sudut antara dua cermin → semakin banyak bayangan yang terbentuk
12
Sifat Bayangan pada Cermin

Cermin Datar

  • Maya (berada di belakang cermin, garis putus-putus)
  • Tegak (tidak terbalik)
  • Sama besar dengan bendanya
  • Berkebalikan sisi (tangan kanan jadi kiri)
  • Jarak bayangan = jarak benda terhadap cermin

📖 Maya vs Nyata

Maya: titik potong perpanjangan sinar pantul (bayangan tidak bisa ditangkap layar)

Nyata: titik potong sinar pantul langsung (bisa ditangkap layar)

Cermin Cekung (Konkaf)

Cermin cekung memiliki permukaan melengkung ke dalam seperti mangkuk. Nilai f dan R positif (+). Digunakan sebagai: reflektor lampu, cermin rias, teleskop.
Posisi BendaSifat Bayangan
Di Ruang I (di antara F dan O)Maya, tegak, diperbesar
Tepat di titik FBayangan di tak terhingga
Di Ruang II (antara F dan M)Nyata, terbalik, diperbesar
Tepat di titik M (R)Nyata, terbalik, sama besar
Di Ruang III (di luar M)Nyata, terbalik, diperkecil

Cermin Cembung (Konveks)

Cermin cembung memiliki permukaan melengkung ke luar. Nilai f dan R negatif (−). Digunakan sebagai: kaca spion kendaraan.
  • Bayangan selalu Maya, Tegak, Diperkecil
  • Memiliki jangkauan pandang yang luas
13
Menghitung Jarak Bayangan pada Cermin

Rumus Cermin (Persamaan Cermin)

1/f = 1/s + 1/s'

f = jarak fokus (cm)  |  s = jarak benda ke cermin (cm)  |  s' = jarak bayangan ke cermin (cm)

💡 Hubungan: f = R/2 atau R = 2f
Tanda (+): cermin cekung / bayangan nyata
Tanda (−): cermin cembung / bayangan maya
📝 Contoh Soal — Cermin Cekung
Benda di depan cermin cekung berjarak s = 12 cm, jarak fokus f = 4 cm. Cari s'!

1/f = 1/s + 1/s'
1/4 = 1/12 + 1/s'
1/s' = 1/4 − 1/12 = 3/12 − 1/12 = 2/12
s' = 12/2 = 6 cm (nyata, di depan cermin)

Sinar Istimewa Cermin Cekung

  • Sinar datang sejajar sumbu utama → dipantulkan melalui titik fokus (F)
  • Sinar datang melalui titik fokus (F) → dipantulkan sejajar sumbu utama
  • Sinar datang melalui titik pusat kelengkungan (M) → dipantulkan kembali melalui M

Sinar Istimewa Lensa Cembung

  • Sinar datang sejajar sumbu utama → dibiaskan menuju titik fokus
  • Sinar datang melalui titik fokus di depan lensa → dibiaskan sejajar sumbu utama
  • Sinar datang melalui pusat optik lensa → diteruskan tanpa dibiaskan
14
Perbesaran Bayangan pada Cermin

Rumus Perbesaran

M = s'/s atau M = h'/h

M = perbesaran  |  s' = jarak bayangan  |  s = jarak benda  |  h' = tinggi bayangan  |  h = tinggi benda

M > 1

Bayangan diperbesar

M = 1

Bayangan sama besar

0 < M < 1

Bayangan diperkecil

Tanda M

M positif (+) → bayangan maya/tegak
M negatif (−) → bayangan nyata/terbalik
📝 Contoh Soal
Dari soal sebelumnya: s = 12 cm, s' = 6 cm. Berapa perbesaran?
M = s'/s = 6/12 = 0,5 kali (diperkecil)

Alat Optik yang Menggunakan Cermin/Lensa

Alat OptikJenisFungsi
KacamataLensa cembung/cekungMengoreksi penglihatan
Lup (kaca pembesar)Lensa cembungMemperbesar benda kecil
MikroskopDua lensa cembungMelihat benda sangat kecil
TeleskopDua lensa cembungMelihat benda jauh
KameraLensa cembungMengambil gambar
Kaca spionCermin cembungMemperluas pandangan