Bandul bergerak: A → B → C → B → A (1 getaran penuh)
🔵 Titik Keseimbangan
Titik B = posisi tengah, tempat bandul diam jika tidak digerakkan📏 Simpangan Terjauh
Titik A dan C = simpangan maksimum (amplitudo)Contoh Getaran dalam Kehidupan Sehari-hari
- Naik turun benda pada pegas
- Ayunan tali (ayunan taman)
- Naik turun penggaris yang dijepit di meja
- Bandul jam dinding
- Pita suara manusia saat berbicara
- Naik turun air dalam kolam
- Senar gitar yang dipetik
⚡ Frekuensi (f)
Banyaknya getaran dalam 1 detik.Satuan: Hz (Hertz)
Simbol: huruf f kecil
⏱️ Periode (T)
Waktu untuk 1 getaran penuh.Satuan: sekon (s)
Simbol: huruf T besar
📐 Amplitudo (A)
Simpangan terjauh dari titik keseimbangan.Satuan: meter (m)
Rumus Penting
n = jumlah getaran | t = selang waktu (s) | f = frekuensi (Hz) | T = periode (s)
Semakin besar frekuensi → periode semakin kecil, dan sebaliknya.
Diket: n = 120 getaran, t = 1 menit = 60 sekon
Jawab: f = n/t = 120/60 = 2 Hz
Diket: n = 200, t = 50 s
Jawab: T = t/n = 50/200 = 0,25 sekon
Konversi Satuan Frekuensi
| Satuan | Nilai |
|---|---|
| 1 kHz (kilohertz) | = 10³ Hz = 1.000 Hz |
| 1 MHz (megahertz) | = 10⁶ Hz = 1.000.000 Hz |
| 1 GHz (gigahertz) | = 10⁹ Hz |
Berdasarkan Arah Getar
🌊 Gelombang Transversal
Arah getaran tegak lurus arah rambat.Terdiri dari bukit dan lembah gelombang.
Contoh: Gelombang air, cahaya, tali, radio
🔊 Gelombang Longitudinal
Arah getaran sejajar/searah arah rambat.Terdiri dari rapatan dan renggangan.
Contoh: Gelombang bunyi, pegas, slinki
Bagian Gelombang Transversal
| Istilah | Penjelasan |
|---|---|
| Bukit gelombang | Bagian gelombang yang naik ke atas (A-B-C, E-F-G) |
| Lembah gelombang | Bagian gelombang yang turun ke bawah (C-D-E, G-H-I) |
| Puncak (B, F) | Titik tertinggi bukit gelombang |
| Dasar (D, H) | Titik terendah lembah gelombang |
| Amplitudo (B-B') | Jarak puncak/dasar ke garis keseimbangan |
0,5 gelombang = A-C atau B-D
0,25 gelombang = A-B atau B-C
Berdasarkan Medium Perambatan
🌊 Gelombang Mekanik
Butuh medium (perantara) untuk merambat.air laut suara gempa pegas
✨ Gelombang Elektromagnetik
Tidak butuh medium → bisa merambat di ruang hampa.cahaya radio sinar-X
Rumus Panjang Gelombang
Jawab: λ = 200 cm / 2,5 = 80 cm
Rumus Cepat Rambat
v = cepat rambat (m/s) | λ = panjang gelombang (m) | T = periode (s) | f = frekuensi (Hz)
Cepat rambat: v = λ × f = 0,2 × 2,5 = 0,5 m/s
Hubungan Besaran Gelombang
| Besaran | Simbol | Satuan SI | Rumus |
|---|---|---|---|
| Panjang gelombang | λ (lambda) | meter (m) | λ = v/f = v×T |
| Periode | T | sekon (s) | T = 1/f = λ/v |
| Frekuensi | f | hertz (Hz) | f = 1/T = v/λ |
| Cepat rambat | v | m/s | v = λ × f = λ/T |
Spektrum Gelombang Elektromagnetik
| Jenis Gelombang | Frekuensi | Fungsi/Contoh |
|---|---|---|
| Gelombang Radio | 3 Hz – 3 GHz | Siaran radio & TV |
| Gelombang Mikro | 3 GHz – 300 GHz | Microwave, radar, GPS |
| Inframerah | 300 GHz – 430 THz | Remote TV, kamera termal, pemanas |
| Cahaya Tampak | 430 – 770 THz | Penglihatan manusia, warna pelangi |
| Ultraviolet (UV) | 770 THz – 30 PHz | Sterilisasi, sinar matahari |
| Sinar X (Röntgen) | 30 PHz – 30 EHz | Foto tulang (rontgen) di rumah sakit |
| Sinar Gamma | > 30 EHz | Terapi kanker, sterilisasi alat medis |
Radio → Mikro → Inframerah → Cahaya tampak → UV → Sinar-X → Gamma
Macam-macam Bunyi (berdasarkan frekuensi)
🔵 Infrasonik
Frekuensi < 20 HzManusia tidak bisa mendengar
Hewan: anjing, jangkrik
🟢 Audiosonik
Frekuensi 20 – 20.000 HzDapat didengar manusia
Rentang normal pendengaran
🟡 Ultrasonik
Frekuensi > 20.000 HzManusia tidak bisa mendengar
Hewan: kelelawar, lumba-lumba
Syarat Terdengarnya Bunyi
- Ada sumber bunyi yang menghasilkan bunyi
- Ada medium (perantara) untuk merambatkan bunyi ke telinga
- Alat pendengaran dalam keadaan baik
- Frekuensi bunyi antara 20 Hz – 20.000 Hz
- Sumber bunyi berada dalam jarak jangkauan pendengar
Ciri-ciri Bunyi
- Dihasilkan oleh getaran suatu benda
- Termasuk gelombang mekanik → butuh medium merambat
- Tidak dapat didengar di ruang hampa
- Cepat rambat dipengaruhi suhu dan jenis medium
- Dapat dipantulkan jika mengenai penghalang
Rumus Kedalaman Laut
s = kedalaman laut (m) | v = cepat rambat bunyi dalam air (m/s) | t = waktu tempuh pulang-pergi (s)
Kedalaman: s = (1500 × 4) / 2 = 6000 / 2 = 3.000 m
🔊 Amplitudo → Kuat Lemah Bunyi
- Amplitudo besar → bunyi keras
- Amplitudo kecil → bunyi lemah/pelan
- Gitar dipetik kuat → simpangan besar → bunyi keras
- Garpu tala digetarkan kuat → amplitudo besar → bunyi keras
🎵 Frekuensi → Tinggi Rendah Bunyi
- Frekuensi tinggi → bunyi tinggi/melengking
- Frekuensi rendah → bunyi rendah/dalam
- Perempuan punya pita suara lebih pendek → frekuensi lebih tinggi
- Senar gitar ditekan makin pendek → suara makin tinggi
Peran Bunyi bagi Makhluk Hidup
🦇 Kelelawar — Ekolokasi
Memancarkan gelombang ultrasonik (> 20.000 Hz), bunyi dipantulkan oleh objek, diterima kembali → dapat menentukan lokasi mangsa tanpa melihat.🐬 Lumba-lumba
Menggunakan gelombang bunyi frekuensi tinggi untuk berkomunikasi dan mengetahui lokasi mangsa. Dapat berkomunikasi dalam jarak > 220 km!👂 Telinga Luar
- Daun telinga – menangkap suara
- Saluran telinga – meneruskan suara ke gendang
- Gendang telinga – bergetar saat ada bunyi
🦴 Telinga Tengah
- Tulang martil
- Tulang landasan
- Tulang sanggurdi
- Saluran Eustachius – menyamakan tekanan udara
🌀 Telinga Dalam
- Koklea (rumah siput) – mengubah getaran jadi sinyal listrik
- Saluran setengah lingkaran – menjaga keseimbangan
- Saraf pendengaran
Proses Mendengar
Sifat-sifat Cahaya
➡️ Merambat Lurus
Cahaya merambat lurus dalam medium yang homogen. Contoh: bayangan terbentuk karena cahaya tidak bisa membelok.🔄 Dapat Dipantulkan
Saat mengenai permukaan, cahaya dipantulkan. Dasar dari semua cermin.↗️ Dapat Dibiaskan
Cahaya membelok saat berpindah medium (misalnya dari udara ke air). Ini sebabnya sendok di gelas air terlihat bengkok.🌈 Dapat Diuraikan
Cahaya putih dapat diuraikan menjadi spektrum warna (pelangi) saat melalui prisma.Hukum Snellius (Pembiasan)
- Sinar datang, normal, dan sinar bias terletak pada satu bidang datar
- Sinar dari medium kurang rapat → rapat: dibiaskan mendekati normal
- Sinar dari medium rapat → kurang rapat: dibiaskan menjauhi normal
n = indeks bias | C = kecepatan cahaya di vakum (3×10⁸ m/s) | Cm = kecepatan cahaya di medium
Rumus Jumlah Bayangan
n = jumlah bayangan | θ = sudut yang dibentuk oleh dua cermin datar
⚠️ Jika hasilnya desimal, dibulatkan ke bawah
Contoh Bayangan
| Sudut (θ) | Rumus | Jumlah Bayangan |
|---|---|---|
| 180° (sejajar berlawanan) | (360/180) − 1 | 1 bayangan |
| 90° | (360/90) − 1 | 3 bayangan |
| 72° | (360/72) − 1 | 4 bayangan |
| 60° | (360/60) − 1 | 5 bayangan |
| 45° | (360/45) − 1 | 7 bayangan |
Cermin Datar
- Maya (berada di belakang cermin, garis putus-putus)
- Tegak (tidak terbalik)
- Sama besar dengan bendanya
- Berkebalikan sisi (tangan kanan jadi kiri)
- Jarak bayangan = jarak benda terhadap cermin
📖 Maya vs Nyata
Maya: titik potong perpanjangan sinar pantul (bayangan tidak bisa ditangkap layar)Nyata: titik potong sinar pantul langsung (bisa ditangkap layar)
Cermin Cekung (Konkaf)
| Posisi Benda | Sifat Bayangan |
|---|---|
| Di Ruang I (di antara F dan O) | Maya, tegak, diperbesar |
| Tepat di titik F | Bayangan di tak terhingga |
| Di Ruang II (antara F dan M) | Nyata, terbalik, diperbesar |
| Tepat di titik M (R) | Nyata, terbalik, sama besar |
| Di Ruang III (di luar M) | Nyata, terbalik, diperkecil |
Cermin Cembung (Konveks)
- Bayangan selalu Maya, Tegak, Diperkecil
- Memiliki jangkauan pandang yang luas
Rumus Cermin (Persamaan Cermin)
f = jarak fokus (cm) | s = jarak benda ke cermin (cm) | s' = jarak bayangan ke cermin (cm)
Tanda (+): cermin cekung / bayangan nyata
Tanda (−): cermin cembung / bayangan maya
1/f = 1/s + 1/s'
1/4 = 1/12 + 1/s'
1/s' = 1/4 − 1/12 = 3/12 − 1/12 = 2/12
s' = 12/2 = 6 cm (nyata, di depan cermin)
Sinar Istimewa Cermin Cekung
- Sinar datang sejajar sumbu utama → dipantulkan melalui titik fokus (F)
- Sinar datang melalui titik fokus (F) → dipantulkan sejajar sumbu utama
- Sinar datang melalui titik pusat kelengkungan (M) → dipantulkan kembali melalui M
Sinar Istimewa Lensa Cembung
- Sinar datang sejajar sumbu utama → dibiaskan menuju titik fokus
- Sinar datang melalui titik fokus di depan lensa → dibiaskan sejajar sumbu utama
- Sinar datang melalui pusat optik lensa → diteruskan tanpa dibiaskan
Rumus Perbesaran
M = perbesaran | s' = jarak bayangan | s = jarak benda | h' = tinggi bayangan | h = tinggi benda
M > 1
Bayangan diperbesarM = 1
Bayangan sama besar0 < M < 1
Bayangan diperkecilTanda M
M positif (+) → bayangan maya/tegakM negatif (−) → bayangan nyata/terbalik
M = s'/s = 6/12 = 0,5 kali (diperkecil)
Alat Optik yang Menggunakan Cermin/Lensa
| Alat Optik | Jenis | Fungsi |
|---|---|---|
| Kacamata | Lensa cembung/cekung | Mengoreksi penglihatan |
| Lup (kaca pembesar) | Lensa cembung | Memperbesar benda kecil |
| Mikroskop | Dua lensa cembung | Melihat benda sangat kecil |
| Teleskop | Dua lensa cembung | Melihat benda jauh |
| Kamera | Lensa cembung | Mengambil gambar |
| Kaca spion | Cermin cembung | Memperluas pandangan |